Moto GP

Valentino Rossi lakukan test rem belakang di Catalunya

Sharing is caring!

Valentino Rossi lakukan test rem belakang di Catalunya – Valentino Rossi sudah genap dua tahun gagal juara di MotoGP. Bisakah The Doctor mengakhiri rentetan hasil buruk itu di Sirkuit Assen?

Rossi terakhir menjadi juara pada 25 Juni 2017 di MotoGP Belanda. Setelah itu, The Doctor tidak mampu lagi menjadi yang nomor satu di podium.

Dua tahun sudah berlalu. MotoGP Belanda akan berlangsung di Sirkuit Assen, Minggu (30/6/2019), yang merupakan tempat terakhir Rossi menjadi yang terdepan. Ini bisa jadi momen untuk kebangkitan.

The Doctor adalah pebalap MotoGP aktif yang paling banyak juara di Belanda. Total ada delapan gelar juara di kelas primer serta dua lainnya masing-masing di kelas 125cc dan 250cc.

Di belakang Rossi ada Marc Marquez sebagai pebalap MotoGP aktif, yang mencatatkan lima gelar juara, yakni dua di kelas primer, dua di Moto2, dan satu di 125cc.

Marquez menjadi pebalap MotoGP yang terakhir kali juara di Assen. Di saat bersamaan, Rossi gagal naik podium setelah cuma bisa finis di posisi kelima.

 Valentino Rossi lakukan test rem belakang di Catalunya

Di musim 2019, Rossi baru mengoleksi 72 poin dan duduk di posisi kelima klasemen. Pebalap 40 tahun ini kehilangan poin di dua seri terakhir setelah terjatuh.

Klasemen musim ini untuk sementara dipimpin Marquez dengan 140 poin, diikuti Andrea Dovizioso (103), Alex Rins (101), dan Danilo Petrucci (98).

Rider Yamaha, Valentino Rossi, mencoba beberapa hal baru selepas MotoGP Catalunya. Rem belakang baru menjadi salah satunya, apa kata The Doctor?

Yamaha merupakan salah satu dari beberapa tim melakukan tes pasca balapan di MotoGP Catalunya. Rossi mengatakan ada perkembangan positif dari motor YZR M1 tunggangannya.

Salah satu yang dites Yamaha adalah sistem pengereman ban belakang yang baru. Ada dua yang dicoba. Satu dengan tombol menggunakan ibu jari, satu lainnya dengan tuas di bawah kopling.

Penggunaan rem menggunakan tombol dinilai Rossi lebih mudah pengoperasiannya. Sementara rem ala skuter matik disebut lebih rumit.

“Saya mencoba rem dengan jempol dan saya juga mencoba ‘rem scooter’,” kata Rossi di Daily Star.

“Itu menarik, tak terlalu buruk. Anda hanya menggunakan tuas saat start sekarang, bagaimanapun start itu penting.”

“Yang menjadi masalah adalah kurangnya ruang, karena anda mempunyai tuas untuk kopling di tas dan tuas rem di bawahnya, jadi tak mudah.”

“Rem dengan jempol sedikit lebih mudah. Mungkin ini menjadi masa depan. Karena bagaimanapun juga, andai anda bisa mengerem dengan semua jari, itu bisa membantu anda tetap stabil di tikungan,” dia menambahkan.

 

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

hits counter
Close
Close